Jun 29, 2020
10 Views

Pengetahuan Lengkap Mengenai Resistor : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Hitung Nilainya 

Written by

Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang sangat penting. Sesuai dengan namanya yang berasal dari nama “resist” yang artinya menahan, resistor merupakan salah satu komponen elektronika yang digunakan sebagai hambatan dalam sebuah sirkuit elektronika.

Resistor ini ada banyak sekali jumlahnya tergantung dengan nilainya. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai resistor ini, berikut ini adalah ulasan mengenai resistor. 

Apa yang dimaksud dengan resistor?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, resistor adalah sebuah komponen dalam dunia elektronika yang digunakan untuk memberikan hambatan.

jenis resistor

Hambatan yang diberikan oleh komponen ini digunakan untuk menghambat arus listrik yang mengalir melaluinya. Penggunaan dari resistor ini sangat penting guna memastikan sebuah komponen listrik tidak dialiri tegangan dan arus yang melebihi kebutuhannya. 

Bahan pembuatan resistor 

Lalu apa saja bahan-bahan yang digunakan untuk membuat resistor ini? Pada dasarnya, resistor merupakan sebuah komponen yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang memiliki kemampuan menghambat yang baik, salah satunya adalah bahan campuran karbon. Selain dibuat dengan menggunakan bahan karbon, Resistor jika seringkali terbuat dari kawat nikrom. 

Kawat nikrom ini merupakan sebuah kawat yang digunakan sebagai resistor karena ia memiliki resistensi yang cukup tinggi. Bahan nikrom ini merupakan bahan yang banyak digunakan sebagai resistor karena ia juga memiliki daya tahan terhadap arus yang kuat.

simbol resistor

Biasanya kawat nikrom ini banyak digunakan pada alat elektronik yaitu setrika. Pada alat elektronik tersebut, kawat nikrom ini memiliki bentuk sebuah kawat spiral.

Seperti komponen elektronik yang lainnya, resistor juga merupakan salah satu komponen elektronik yang memiliki satuan nilai satuan. Nilai yang dimiliki oleh resistor ini ditandai dengan Ohm.

Satuan yang dimiliki oleh resistor ini merupakan satuan yang diambil dari nama salah satu Fisikawan yang berasal dari jerman yaitu Gorge Simon Ohm. Fisikawan ini merupakan Fisikawan yang Mencetuskan hukum Ohm yang hingga saat ini masih berlaku.

Fungsi dari resistor

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya resistor merupakan sebuah alat elektronik yang digunakan untuk menghambat arus listrik hambatan yang diberikan pada resistor ini.

Hal ini bisa disebabkan karena bahan yang digunakan dalam pembuatan resistor ini merupakan sebuah alat yang dibuat dengan menggunakan bahan carbon.

Bahan karbon adalah salah satu jenis bahan yang biasanya memiliki jumlah elektron yang sangat rendah. Karena jumlah elektron yang sangat rendah ini, maka pergerakan arus yang terjadi di resistor menjadi sangat lambat.

Untuk Anda yang ingin tahu lebih jelasnya mengenai cara kerja resistor ini bisa dibandingkan dengan pembangunan rumah. Ketika sebuah rumah dibangun dengan jumlah pekerja yang lebih sedikit, maka pembangunan rumah tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih banyak bukan?

standart resistor

Akan tetapi jika pembangunan rumah dilakukan dengan banyak pekerja, maka pembangunannya akan lebih cepat selesai. Hal ini juga yang terjadi pada resistor. Karena resistor memiliki jumlah elektron yang lebih sedikit, maka penyampaian arus yang melaluinya menjadi lebih lambat.

Untuk mengetahui bagaimana jumlah arus yang mengalir dari sebuah sirkuit elektronik di bisa dilakukan dengan menggunakan multimeter. Pada multimeter tersebut sebuah sirkuit elektronik yang dipasangi dengan resistor akan menunjukkan jumlah arus yang lebih rendah jika dibandingkan dengan berikut elektronik tanpa menggunakan resistor.

Penggunaan resistor dalam sebuah rangkaian elektronik merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menyesuaikan arus listrik yang dibutuhkan dalam komponen di dalam sirkuit elektronik.

Akan tetapi resistor bukan satu-satunya komponen elektronik yang dapat digunakan untuk menghasilkan hambatan listrik. Sesungguhnya di dalam komponen-komponen elektronika ada beberapa komponen yang juga bisa menghasilkan nilai hambatan. Apakah tetapi komponen listrik tersebut biasanya menghasilkan nilai hambatan yang sangat kecil.

Salah satu contoh komponen listrik yang dapat menghasilkan hambatan listrik adalah konduktor. Konduktor merupakan komponen listrik yang memiliki nilai hambatan di dalamnya hanya saja nilainya tersebut sangat kecil sehingga seringkali di anggap tidak ada.

Karena nilai hambatan inilah konduktor seringkali menjadi salah satu masalah dalam sebuah rangkaian elektronik. Hal ini disebabkan karena dalam dunia perangkat elektronik, ada beberapa rangkaian elektronik yang tidak membutuhkan hambatan. 

Keberadaan hambatan pada komponen komponen listrik seperti konduktor di perangkat elektronik yang tidak membutuhkan hambatan merupakan salah satu hal yang sangat mengganggu contohnya adalah keberadaan hambatan komponen listrik pada sirkuit komputer.

Keberadaan hambatan konduktor pada sirkuit komputer bisa menjadi salah satu hal yang sangat mengganggu karena dapat mempengaruhi kecepatan komputer. Oleh karena itu pada rangkaian rangkaian tertentu yang tidak membutuhkan hambatan listrik seringkali dipasangi konduktor yang disebut sebagai super konduktor.

Super konduktor ini merupakan sebuah konduktor yang memiliki nilai hambatan 0 sehingga dapat digunakan untuk memaksimalkan jumlah arus yang berada dalam sebuah sirkuit perangkat elektronik yang tidak membutuhkan hambatan.

Selain digunakan sebagai penghambat arus listrik, resistor pada dasarnya juga memiliki beberapa fungsi yang lain fungsi-fungsi dari resistor ini antara lain adalah sebagai pembatas arus listrik, pengatur arus listrik, pembagi tegangan listrik dan juga penurun tegangan listrik. 

Jenis resistor 

Setelah kita tahu apa saja fungsi yang dimiliki oleh resistor kini kita bisa beralih untuk mengetahui jenis-jenis resistor. Jenis-jenis resistor ada sangat banyak jumlahnya dan dipilih sesuai dengan fungsi dan penggunaannya Apa saja jenis resistor ini Berikut ini adalah ulasannya. 

  • Fixed resistor

Jenis resistor pertama yang akan kami bahas adalah fixed resistor. Jenis resistor yang satu ini merupakan salah satu jenis resistor yang paling umum digunakan pada sirkuit elektronik.

Hal ini disebabkan karena Fixed resistor merupakan sebuah resistor yang memiliki nilai. Tetap nilai yang dimaksud ini adalah nilai resistansi atau hambatan yang diberikan oleh resistor tersebut. Nilai dari resistor ini ditandai dengan kode warna yang ada di badan resistor tersebut. 

fix resistor

Untuk simbolnya dalam dunia elektronika, fixed resistor digambarkan dengan sebuah garis lurus yang kemudian memiliki garis zigzag di bagian tengahnya. Selain itu simbol dari fixed resistor ini juga bisa dibuat dengan menggunakan garis lurus di mana ada persegi panjang di bagian tengahnya.

Dalam dunia nyata fixed resistor ini bisa ditemukan sebanyak 3 jenis yaitu fixed resistor yang terbuat dari bahan carbon yang memiliki ciri yang berwarna hitam, fixed resistor karbon film yang memiliki warna coklat dan juga resistor metal film yang memiliki warna biru.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Fixed resistor juga bisa dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan bahan bahan pembuatannya. Penjelasan mengenai 3 jenis resistor berdasarkan bahan yang dimilikinya akan kami bahas pada ulasan di bawah ini.

  • Fixed resistor yang terbuat dari bahan karbon

Seperti yang telah disebutkan pada awal artikel bahwa salah satu komponen yang paling banyak digunakan untuk membuat resistor adalah bahan carbon.

Bahan karbon yang digunakan dalam pembuatan fixed resistor ini merupakan bahan karbon bubuk yang sangat halus yang kemudian diisolasi dengan menggunakan binder atau pengikat. 

resistor karbon

Penggunaan dari bahan karbon dan juga binder ini disesuaikan dengan nilai resistansi yang diinginkan pada resistor tersebut.

Makin banyak bahan karbon yang digunakan dalam pembuatan sebuah resistor, maka makin tinggi nilai resistansi dari resistor tersebut. Biasanya nilai resistansi yang ditemukan pada resistor dengan jenis fixed resistor yang terbuat dari bahan karbon berkisar dari nilai 1 Ohm hingga 200 mOhm.

  • Fixed resistor yang terbuat dari bahan karbon film

Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk membuat briket resistor adalah karbon film. Tidak seperti bahan carbon resistor yang disebutkan sebelumnya, jenis bahan karbon yang digunakan dalam pembuatan resistor Ini adalah sebuah karbon film yang memiliki bentuk lembaran yang sangat tipis.

Karbon ini dipindahkan pada substrat isolator yang kemudian dipotong dengan bentuk spiral. Pada jenis fixed karbon yang satu ini, nilai resistansi yang dimilikinya sangat bergantung pada komposisi karbon dan juga isolator yang ada di dalamnya.

karbon film resistor

Uniknya Fixed resistor ini nantinya akan menghasilkan nilai resistansi yang lebih rendah ketika jumlah karbon yang semakin tinggi.

Untuk nilainya, komponen fixed karbon yang dibuat dengan menggunakan karbon film ini memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan fixed resistor yang terbuat dari bahan carbon seluruhnya.

Hal ini menjadi salah satu keuntungan dari fixed resistor karbon film ini. Dengan nilai yang lebih kecil, maka toleransi yang dimiliki oleh resistor karbon film ini menjadi lebih rendah. 

Selain itu keuntungan lain yang akan didapatkan ketika menggunakan headset resistor karbon film ini adalah mengenai daya tahannya terhadap suhu.

Komposisi dari fixed resistor karbon film ini menyebabkan resistor yang dihasilkan menjadi lebih rendah kepekaannya terhadap suhu. Dilihat dari ketahanannya terhadap suhu fixed karbon yang terbuat dari bahan film Karbon ini dapat menahan suhu antara minus 550Celcius hingga 1550Celcius.

  • Fixed Resistor yang terbuat dari bahan metal film

Jenis resistor selanjutnya adalah fixed resistor yang terbuat dari bahan metal. Film fixed resistor ini merupakan jenis resistor yang dilapisi dengan menggunakan logam tipis dalam bentuk film pada sebuah substrat yang mirip dengan keramik. Campuran dari kedua komponen ini kemudian dipotong dengan membentuk spiral untuk menghasilkan resistensi. 

Nilai resistansi yang dimiliki oleh jenis Fixed resistor yang satu ini sangat dipengaruhi oleh panjang, lebar dan juga ketebalan dari spiral metal yang digunakannya. Jika dilihat dari kelebihan kelebihan yang dimilikinya, fixed resistor yang terbuat dari bahan metal film ini bisa dianggap sebagai salah satu fixed transistor yang terbaik diantara jenis-jenis sikat resistor yang lainnya.

  • Variabel resistor 

Jenis resistor kedua yang akan kami bahas adalah variable resistor. Sesuai dengan namanya variable resistor ini merupakan sebuah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah dan diatur sesuai dengan keinginan.

Untuk simbolnya, variable resistor ini memiliki simbol yang mirip dengan resistor pada umumnya yaitu garis lurus yang di bagian tengahnya muncul zigzag atau muncul persegi panjang.

variabel resistor1

Bedanya Anda akan menemukan anak panah yang digunakan untuk mencoret simbol zigzag dan juga simbol persegi panjang tersebut atau anak panah menuju panjang dan simbol zigzag tersebut. Simbol dari variable resistor ini dipengaruhi berdasarkan jenis-jenis dari variable resistor tersebut.

Jenis dari variable resistor ditentukan berdasarkan cara yang bisa dilakukan dalam pengubahan nilainya Jika dilihat dari sudut pandang ini variable resistor dibagi menjadi tiga jenis yaitu 

  • Potensiometer

Jenis dari resistor pertama yang termasuk dalam variabel resistor adalah potensiometer. Potensiometer merupakan sebuah variable resistor yang memiliki poros dan juga tuas.

Keberadaan poros dan juga tuas yang bisa ditemukan pada potensiometer ini merupakan alat yang digunakan untuk mengubah nilai resistansi sesuai dengan yang dibutuhkan ketika berada dalam sebuah rangkaian elektronik. 

potensiometer

Biasanya nilai resistansi yang dimiliki oleh sebuah potensiometer akan ditentukan pada badan potensiometer tersebut. Berbeda dengan fixed resistor, variabel resistor dengan jenis potensiometer ini seringkali memiliki nilai dalam bentuk kode angka.

  • Rheostat

Jenis resistor selanjutnya yang masuk dalam kategori variabel resistor adalah rheostat. Rheostat merupakan salah satu jenis variabel resistor yang biasanya digunakan untuk memberikan hambatan pada sebuah sirkuit yang membutuhkan tegangan dan juga arus yang tinggi. Biasanya komponen ini dibuat dengan menggunakan sebuah kawat resistif yang kemudian dililit. 

rheostat

Sesuai dengan jenisnya yang merupakan variabel resistor nilai resistansi yang dimiliki oleh komponen elektronik ini juga bisa diatur. Pengaturan dari nilai variabel resistor ini bisa dilakukan dengan menggunakan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid dari resistor rheostat ini.

  • Trimpot atau reset resistor

Trimpot merupakan singkatan dari trimmer potensiometer. Sesuai dengan namanya, trimpot merupakan salah satu alat elektronik yang bekerja sebagai variable resistor dan memiliki fungsi yang cukup mirip dengan potensiometer. Bedanya potensiometer dengan trimpot ini adalah mengenai ukuran yang dimilikinya.

trimpot

Pada trimpot ukuran yang dimiliki oleh variable resistor ini memang lebih kecil. Selain itu jenis resistor ini juga tidak memiliki tuas untuk melakukan pengaturan nilai resistensinya. 

Lalu bagaimana trimpot melakukan pengaturan nilai resistansi? Untuk pengaturan nilai resistansi, yang bisa dilakukan oleh trimpot biasanya digunakan dengan menggunakan alat bantu berupa obeng yang kecil. Kegunaan obeng kecil untuk mengatur resistensi dari sebuah trimpot ini dilakukan dengan melakukan pemutaran poros. 

  • Thermal resistor 

Jenis resistor selanjutnya adalah jenis thermistor. Thermistor merupakan singkatan dari thermal resistor. Nama ini disematkan pada jenis resistor ini karena jenis resistor ini memiliki hambatan yang dapat dipengaruhi oleh suhu.

thermal resistor

Jenis resistor ini dibagi menjadi dua yaitu negatif temperatur koefisien atau NTC dan juga positif dan teratur koefisien atau PTC.

Untuk bentuknya, resistor ini memiliki bentuk berupa sebuah lempengan membentuk bulat dan memiliki dua kaki. Komponen ini memiliki warna hitam untuk PTC. Sedangkan untuk NTC memiliki bentuk yang sama hanya saja ia memiliki warna biru. 

  • Light dependent resistor

Light dependent resistor sering juga disebut dengan LDR merupakan salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya sangat dipengaruhi dengan menggunakan intensitas cahaya.

Jenis resistor ini memiliki bentuk oval berwarna orangnya yang pada bagian atasnya ditemukan sebuah lempengan logam dengan motif mengular. Selain ditemukan dalam bentuk oval jenis resistor ini juga bisa ditemukan dalam bentuk persegi.

Cara membaca nilai resistor

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya untuk menghitung resistor bisa dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan menggunakan alat ukur dan juga menggunakan penghitungan nilai resistor berdasarkan kode warna yang dimilikinya.

cara membaca resistor

Sesungguhnya pada beberapa jenis resistor contohnya potensiometer nilai dari resistor tersebut sudah tertulis dengan menggunakan angka pada bagian badan dari resistor tersebut. 

Akan tetapi penggunaan nilai berupa angka pada bagian badan resistor ini tidak dilakukan pada semua jenis resistor. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana cara menghitung nilai resistor dengan menggunakan multimeter dan juga menggunakan kode warna ini? Berikut ini adalah ulasannya.

  • Mengetahui nilai resistor dengan menggunakan multimeter

Sesuai dengan namanya multimeter merupakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur nilai dari beberapa jenis satuan dalam dunia elektronika. Salah satunya adalah satuan Ohm. Multimeter ini bisa ditemukan dalam dua jenis yaitu multimeter biasa dan juga multimeter digital.

Bagi Anda yang ingin melakukan penghitungan nilai resistor dengan menggunakan multimeter ini, hal pertama yang harus anda lakukan adalah menyetel multimeter Anda pada mode On.

Setelah itu temukan jenis resistor yang akan anda ukur. Setelah anda sudah menetapkan modul Ohm, maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menempelkan kaki resistor pada terminal multimeter.

Setelah itu Anda bisa melihat angka yang muncul pada multimeter tersebut. Nilai yang muncul pada multimeter tersebut adalah hambatan resistor yang anda ukur tersebut.

Menggunakan multimeter digital memang merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk mengukur satuan hambatan dari sebuah resistor akan tetapi penggunaan multimeter digital ini berbeda dengan penggunaan multimeter analog.

Untuk mengukur nilai hambatan yang dimiliki oleh sebuah resistor dengan menggunakan multimeter analog Anda bisa melakukannya dengan menghitung sendiri nilai tersebut dengan menggunakan skala yang ada pada multimeter analog yang anda miliki.

  • Menggunakan kode warna

Selain menggunakan multimeter Analog dan juga multimeter digital, salah satu cara lain yang bisa dilakukan untuk menghitung hambatan dari sebuah resistor adalah dengan membaca kode warna yang dimilikinya sebuah resistor yang terbuat dari bahan carbon atau resistor yang termasuk dalam kategori fixed resistor. 

Biasanya pada resistor jenis ini pada bagian badannya akan ditemukan lingkaran lingkaran warna yang bisa digunakan untuk mengetahui nilai dari sebuah resistor. Warna-warna yang ada pada resistor ini biasanya merupakan kode nilai dari warna tersebut. Warna-warna yang biasanya digunakan sebagai penanda nilai hambatan sebuah resistor antara lain adalah 

  • Warna hitam 
  • Warna coklat 
  • Warna merah 
  • Warna orange 
  • Warna kuning 
  • Warna hijau 
  • Warna biru 
  • Warna ungu 
  • Warna abu 
  • Warna putih 
  • Warna emas 
  • Warna perak 
  • Dan warna transparan. 

Warna-warna ini akan memiliki nilai yang berbeda-beda ketika berada di beberapa posisi yang berbeda. Untuk mengetahui bagaimana nilai dari warna-warna tersebut kita akan membahasnya lebih dalam pada sebab selanjutnya.

Cara Menghitung hambatan resistor dengan gelang warna

Untuk melakukan penghitungan nilai hambatan dari sebuah resistor anda bisa dengan mudah melakukannya dengan menggunakan multimeter digital. Akan tetapi jika anda tidak memiliki multimeter digital, maka salah satu hal yang bisa anda lakukan adalah melihat gelang warna yang ada pada resistor yang akan anda ukur nilainya. 

Gelang warna yang biasanya digunakan untuk menentukan nilai hambatan dari sebuah resistor adalah :

  • Warna hitam memiliki nilai 0 
  • Warna coklat memiliki nilai 1 
  • Warna merah memiliki nilai 2 
  • Warna orange memiliki nilai 3 
  • Warna kuning memiliki nilai 4 
  • Warna hijau memiliki nilai 5 
  • Warna biru memiliki nilai 6 
  • Warna ungu memiliki nilai 7 
  • Warna abu-abu memiliki nilai 8 
  • Warna putih memiliki warna 9 
  • Warna emas memiliki nilai 5% 
  • Warna perak memiliki nilai 10% 
  • Dan warna transparan memiliki nilai 20%.

Untuk melakukan penghitungan nilai gelang resistor ini Hal pertama yang perlu diketahui adalah mengetahui susunan awal dan akhir dari gelang warna resistor tersebut. Gelang warna resistor bisa terdiri dari 4 hingga 6 warna. Untuk mengetahui susunan warnanya, kita bisa melihatnya dari warna terakhir dari resistor tersebut. Warna terakhir dari sebuah resistor biasanya memiliki warna emas perak atau transparan. Hal inilah yang bisa digunakan untuk mengetahui bagian paling depan dan paling belakang dari sebuah resistor.

  • Menghitung resistor 4 pita

Ketika kita akan menghitung resistor dengan 4 gelang warna, maka kita harus tahu mengenai cara membagi warna dalam selang warna ini. Pada resistor yang memiliki empat gelang warna, kita bisa identifikasi seperti berikut ini. 

  • Warna pertama merupakan warna yang menunjukkan angka dari resistor, 
  • Gelang warna kedua menunjukkan angka kedua dari sebuah resistor. 
  • Warna ketika digunakan untuk mengetahui banyaknya jumlah 0 pada resistor tersebut 
  • Dan warna terakhir menunjukkan dari resistor tersebut. 

Contoh penghitungan warna dari sebuah resistor dengan warna coklat hitam hijau perak adalah :

  • Warna coklat menunjukkan warna angka 1 
  • Warna hitam menunjukkan angka 0
  • Warna hijau menunjukkan angka 5 
  • Dan perak adalah 10%

Artinya resistor ini memiliki nilai 10*10^5 atau 1 Mega Ohm. 10 berasal dari warna coklat dan hitam. 10^5 berasal dari warna hijau dan memiliki toleransi sebesar 10%.

  • Menghitung resistor 5 pita

Pada resistor dengan 5 gelang warna 3 Angka pertama menunjukkan angka satuan yang dimiliki oleh resistor, angka ke-4 digunakan untuk menunjukkan bilangan pangkat dan angka kelima digunakan untuk menghitung nilai toleransi. 

Contohnya penghitungan nilai resistor dengan gelang warna coklat, hitam, hijau, hijau, perak

  • Tiga warna pertama yaitu coklat hitam hijau menunjukkan angka satuan 105, 
  • Warna keempat yaitu warna hijau jumlah 0 sebanyak 5 atau 10^5 
  • Warna terakhir yaitu warna perak menunjukkan toleransi sebanyak 10%. 

Artinya nilai dari resistor tersebut adalah 105 * 10 ^ 5 dengan toleransi 10%.

  • Menghitung resistor 6 pita

Lalu bagaimana dengan perhitungan resistor yang memiliki 6 kelereng warna perhitungan resistor dengan 6 gelang warna ini sesungguhnya sama saja dengan penghitungan resistor dengan 5 gelang warna, yaitu :

  • 3 Angka pertama adalah angka satuan 
  • Angka ke-4 adalah angka perkalian bilangan pangkat atau jumlah 0 
  • Angka kelima merupakan nilai toleransi resistansi. 

Lalu bagaimana dengan cincin ke-6 pada sebuah resistor yang memiliki 6 warna. Pada resistor dengan 6 gelang warna, gelang warna ke 6 merupakan gelang yang digunakan sebagai penanda TCR. 

TCR merupakan sebuah gelang yang digunakan untuk mengetahui bagaimana koefisien suhu dari resistor tersebut. Biasanya TCR ini ditentukan dengan menggunakan warna coklat, merah, orange dan kuning. Warna untuk gelang TDR ini adalah ; 

  • Coklat memiliki nilai 100 PPM 
  • Merah memiliki nilai 50 PPM
  • Orange memiliki warna 15 PPM 
  • Dan kuning memiliki warna 25 PPM dalam bentuk %.

Contohnya untuk menghitung nilai resistor dengan 6 gelang yaitu coklat, hitam, hijau, hijau, perak, merah maka akan dihasilkan angka 105*10^5 dengan 50 PPM.

Menghitung nilai resistor berdasarkan kode angka

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya selain memiliki kode warna, sebuah resistor juga bisa memiliki kode angka. Membaca nilai resistor yang memiliki kode angka ini tentunya lebih mudah untuk dilakukan karena anda tidak perlu mengingat warna-warna yang digunakan pada sebuah resistor. 

Contohnya jika anda menemukan resistor dengan kode angka 4 7 3 kode angka ini memiliki arti bahwa angka pertama adalah angka 4 angka kedua adalah angka 1 dan angka ke-3 adalah jumlah angka nol yang dimiliki oleh resistor tersebut atau 10 pangkat 3. Oleh karena itu nilai dari resistor tersebut adalah 47.000 Ohm atau 47 kOhm.

Article Categories:
teknologi

Assalamualaikum,Saya Wasis saat ini tinggal di surabaya dan sebagai lecturer di salah satu politeknik negeri bidang energi, selain sebagai lecturer saya mengelola beberapa blog serta menyukai digital marketing, seo dan IT. email : wasiswa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!