Panduan Umum Budidaya Cabe Merah

Panduan Umum Budidaya Cabe Merah

Posted on 7 views

Panduan Umum Budidaya Cabe Merah – Cabe merah memiliki dua jenis umum. Yakni cabe merah besar dan keriting. Kedua jenis cabe tersebut sama-sama memiliki prospek menarik karena permintaan pasarnya sangat tinggi. Budidaya cabe merah pun bisa anda coba meskipun lahan yang dimiliki terbatas. Anda bisa memulai budidaya dari memilih bibit, menyemai, sampai pemindahan bibit ke media tanam yang lebih permanen. Proses budidaya cabe merah ini memerlukan ketelatenan khusus sehingga hasil yang didapat pun lebih optimal.

Anda bisa memulai dari proses pemilihan benih yang bisa dibeli dari toko tani atau menyeleksi dari hasil tani yang sudah ada terlebih dulu. Cabe merah memiliki harga yang cukup tinggi dan bisa berubah sesuai kondisi pasar. Permintaannya tergolong tinggi dan bisa mencapai puncaknya dalam masa-masa tertentu. Selain untuk rumahan, permintaan cabe merah juga banyak berasal dari industri serta rumah makan. Nah, di bawah ini ulasan selengkapnya untuk cara budidaya cabe merah.

Cara Budidaya Cabe Merah

  1. Pemilihan benih

Dalam mendapatkan benih yang optimal, anda bisa membelinya di toko benih atau membenihkannya secara mandiri. Benih hibrida ini bisa anda dapatkan di toko pertanian dan bisa anda tanam jika media tanam anda sudah modern, Namun jika anda ingin menyeleksi sendiri, anda bisa mendapatkan benih dari sesama petani dengan menyemai dari hasil panen yang sudah ada terlebih dulu.

  1. Penyemaian dan pembibitan

Penyemaian bisa anda lakukan dengan media polybag. Jika benih hanya ditabur maka dikhawatirkan tidak akan tumbuh optimal. Siapkan tanah, arang sekam dan pupuk dengan porsi 2:1:1. Rendam biji cabe dengan air hangat selama 3 jam kemudian masukan setiap biji ke dalam polybag yang sudah berisi tanah campuran dengan kedalaman 0,5 cm. Basahi media tanam agar terjaga kelembapannya. Siram polybag setiap pagi dan sore kemudian tutup dengan kertas koran. Pada usia 21-24 hari, anda sudah bisa memindahkan bibit cabe tersebut.

  1. Pengolahan tanah

Bajak tanah dengan kedalaman 20-40 cm. Bersihkan dari gulma, kerikil dan sisa tanaman. Buat bedengan dengan lebar 1 meter serta tinggi 30-40 cm. Jarak antar bedengan bisa anda atur sejauh 60 cm. Buat saluran drainase agar tanaman cabe tidak tergenang air. Campurkan dolomit sebanyak 2-4 ton per hektar jika tanah memiliki pH cukup asam. Bedengan bisa ditutup dengan mulsa plastik agar perkembangannya lebih intensif. Buat lubang tanam dengan jarak 60-70 cm dengan kedalaman 10 cm.

  1. Penanaman

Pemindahan bibit cabe bisa anda lakukan pada usia 3 minggu. usahakan penanaman dilakukan serentak dalam sehari. Sobek polybag kemudian masukan bibit beserta tanahnya ke dalam lubang tanam dan siram dengan air secukupnya agar kelembapannya terjaga. Anda bisa menancapkan ajir dengan jarak 4 cm dari pangkal batang sejak 7 hari bibit dipindahkan. Pemupukan bisa anda lakukan dua minggu sekali hingga panen terakhir. Siramkan 100 ml pupuk yang telah diencerkan agar tanaman tidak terserang hama.

  1. Panen

Cabe siap panen jika telah berumur 75-85 hari. Panen bisa dilakukan selaa 2-5 hari sekali sesuai dengan kematangan buah. Sebaiknya petik cabe sekaligus dari tangkainya agar umur simpannya lebih panjang. Buah dengan warna oranye dan merah adalah kondisi yang sudah siap petik. Lakukan panen pada pagi hari agar tanaman tidak stress dan produktivitas tetap terjaga.

Itu dia beberapa panduan budidaya cabe merah yang bisa anda praktekan guna mendapatkan hasil lebih optimal. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *