LifeStyle

Kiat Sukses Budidaya Cabe Rawit

Kiat Sukses Budidaya Cabe Rawit – Masyarakat yang ada di Indonesia tentu saja sudah tidak asing lagi dengan cabe, pasalnya buah dari tanaman yang satu ini sangatlah populer di tanah air. Bagi Anda yang menyukai makanan bercitarasa pedas tentu saja cabe menjadi salah satu bahan makanan yang harus ada di setiap masakan, pasalnya makanan akan terasa hambar jika tidak dimasak dengan menggunakan cabe. Perlu Anda ketahui bahwa di dunia ini ada banyak sekali jenis cabe, salah satunya adalah cabe rawit yang sangat populer di Indonesia.

Cabe rawit ternyata tidak hanya populer di Indonesia saja, namun jenis cabe ini juga biasa digunakan sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Ukuran cabe rawit memang tergolong kecil dibanding varietas cabe yang lain, namun cabe ini memiliki rasa yang sangat pedas. Tingginya permintaan cabe rawit membuat banyak orang ingin membudidayakannya secara intensif, jika Anda tertarik, maka pada kesempatan ini akan kami ulas kiat sukses budidaya cabe rawit.

Kiat Sukses Budidaya Cabe Rawit

  1. Pengolahan Media Tanam

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan budidaya cabe rawit adalah mengolah media tanam, Anda bisa mencangkul atau membajak tanah agar menjadi gembur. Berikanlah kapur dolomit untuk menetralkan tingkat keasaman tanah, kemudian Anda bisa menambahkan pupuk kandang ataupun kompos dan diamkan lahan selama satu minggu sebelum digunakan.

  1. Memilih BenihYang Berkualitas

Setelah mengolah media tanam, maka Anda harus memilih benih tanaman cabe rawit yang berkualitas dengan tujuan agar hasil panen yang didapatkan sesuai dengan harapan. Alangkah baiknya apabila Anda memilih benih cabe rawit yang berasal dari varietas unggulan, setelah itu rendamlah benih dengan larutan POC NASA untuk merangsang perkecambahan dari benih tersebut.

  1. Proses Penanaman

Anda bisa menanam bibit cabe rawit yang telah menginjak usia 4 minggu dan sudah keluar beberapa helai daun. Anda bisa memilih bibit cabe rawit yang sehat dan tidak layu untuk kemudian dipindahkan ke media tanam yang telah dipersiapkan dengan jarak 50 – 60 cm dengan pola zig zag. Hal ini sangat penting untuk Anda lakukan dengan tujuan agar tanaman cabe rawit bisa tumbuh secara optimal.

 

  1. Pemeliharaan Cabe Rawit

Proses pemeliharaan menjadi salah satu faktor yang sangat penting di dalam usaha budidaya tanaman cabe rawit. Proses pemeliharaan tanaman cabe rawit terdiri dari beberapa kegiatan yakni penyulaman, penjarangan, pemupukan, dan penyiraman. Selain itu Anda juga bisa melakukan penyiangan dengan mencabut rumput ataupun gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabe rawit.

  1. Masa Panen

Masa panen merupakan saat yang paling dinantikan oleh para petani cabe rawit, perlu diketahui bahwa tanaman cabe rawit bisa dipanen setelah usianya menginjak 60 hingga 80 hari setelah masa tanam. Hendaknya proses pemanenan cabe rawit dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan gunting panen, Anda bisa melakukan pemanenan setiap dua atau tiga hari sekali tergantung hasil panennya.

Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe paling populer di Indonesia, Anda bisa melakukan budidaya cabe rawit dengan beberapa cara di atas.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *