rumus slovin

Cara Hitung Jumlah Sampel Menggunakan Rumus Slovin

Posted on

Saat melakukan research, pencarian sampel tentu penting. Saat meneliti populasi, biaya yang dikeluarkan bisa terlalu tinggi.

Dalam statistika, jika tidak mungkinkan meneliti populasi secara benar, lebih baik menggunakan sampel.

Cara menentukan sampel sebenarnya ada banyak. Setiap cara penentuan tersebut memiliki tujuan sendiri – sendiri.

Tapi untuk yang paling umum digunakan, Anda pasti pernah dengar rumus Slovin. Rumus ini sudah banyak digunakan untuk keperluan penelitian akademis dan terbukti efektif untuk hal tersebut.

Apa Itu Rumus Slovin?

Secara sederhana, rumus ini memastikan jumlah sampel yang Anda ambil dari populasi sudah mewakili dengan baik. Darip banyak test, penggunaan rumus Slovin sudah mewakili 95% populasi jika digunakan dengan benar.

Rumus ini ditemukan oleh Slovin pada tahun 1960. Pada saat penemuannya, ia berusaha memperkecil keperluan scope penelitian.

Jika populasi terlalu besar, tentu tidak masuk akal untuk memaksakan meneliti semua anggota populasi. Karena itu, rumus ini digunakan untuk memperkecil skala penelitian tapi dengan akurasi yang tetap baik.

Syarat pertama menggunakan rumus ini adalah jumlah populasi yang besar. Jika populasi masih bisa dihitung mudah (biasanya di range bawah 100), rumus ini tidak terlalu penting.

Syarat kedua adalah informasi tentang populasi harus tidak jelas. Setiap populasi tentu memiliki group – group tersendiri yang menjadi variabel penelitian.

Tapi jika grup tersebut tidak diketahui besarannya dalam populasi, Anda tidak perlu takut mengalami error. 

Mengapa Penggunaan Rumus Slovin Penting?

Rumus ini penting digunakan untuk mengurangi tingkat kesulitan pada penelitian. Jika jumlah populasi ada 1 juta misalnya.

Anda tentu akan kesulitan melakukan survey sebanyak itu. Selain menghabiskan biaya besar, waktu proses datanya juga menjadi hambatan yang besar.

Jika menggunakan rumus sampel Slovin, Anda bisa menentukan jumlah sampel yang optimal dari populasi. Rumus ini penting dipakai karena memiliki akurasi yang besar.

Dibandingkan rumus cari sampel lain, rumus Slovin tetap bisa menunjukan karakteristik populasi. Jadi walaupun ada group – group golongan tertentu dalam populasi, mereka juga akan muncul dalam sampel.

Bentuk Rumus Slovin

Secara matematis, rumus Slovin ditunjukan dalam bentuk sebagai berikut:

n = N / [1 + N.(e)2]

Penjelasan Notasi:

  • n = Jumlah sampel
  • N = Jumlah total populasi
  • e = Batas toleransi akan error

Perlu diingat bahwa batasan toleransi error di sini tergantung dari tujuan penelitian dan juga jumlah populasi.

Semakin kecil jumlah populasi yang diteliti, jumlah error yang digunakan biasanya makin besar.

Hal ini karena populasi kecil yang dijadikan sampel, biasanya terpengaruh komposisinya.

Jika menggunakan populasi besar, nilai toleransi error bisa diatur kecil asalkan tidak kurang dari 5%.

Perlu diingat kembali bahwa ketepatan rumus Slovin adalah 95%. Biasanya angka error yang terlalu kecil malah membuat hasil pengumpulan sampel jadi terlalu besar ukurannya.

Contoh Penghitungan Sampel dengan Rumus Slovin

Untuk tahu bagaimana cara menggunakan rumus ini, mari bahas contoh kasus pada bagian ini.

Contoh Kasus:

Dalam perusahaan Rohadi, terdapat 5.000 orang karyawan. Tiap karyawan menempati departemen yang berbeda dan memiliki range umur serta keahlian yang berbeda pula.

Jika peneliti datang untuk mencari data seputar tingkatan kepuasan karyawan akan tunjangan transport, pengambilan sampel harus dilakukan.

Peneliti berusaha memperkecil populasi menjadi sampel dengan menerapkan toleransi kesalahan 10%.

Jika peneliti memutuskan menggunakan rumus Slovin untuk mendapatkan jumlah sampel, berapa yang akan ia dapat?

Data yang bisa diolah:

  • N = 5000
  • e  = 10%

Hal yang dicari:

  • n = ?

Penyelesaian menggunakan rumus Slovin:

n = N / [1 + N.(e)2]

n = 5000 / [1 + 5000.(10%)2]

n = 5000 / [1 + 5000.(0,1)2]

n = 5000 / [1 + 5000.(0,01)]

n = 5000 / [1 + 50]

n = 5000 / 51

n = 98,039

Karena menghitung orang, angka dibulatkan menjadi 98.

Dari penghitungan di atas, untuk menyelesaikan penelitian dengan populasi 5.000 orang, peneliti hanya perlu mengumpulkan sampel 98 orang saja. Angka ini diambil berdasarkan penekanan angka error sebesar 10%.

Dari bahasan contoh kasus di atas, Anda bisa lihat betapa simple-nya penghitungan angka sampel ini.

Tapi dalam penelitian, pondasi satu rumus saja terkadang kurang mendukung. Pastikan ketahui alasan Anda menggunakan rumus Slovin dalam penelitian tersebut.

Kelemahan Menggunakan Rumus Slovin

Walaupun umum digunakan, rumus ini tetap memiliki kelemahan. Sekalipun kelemahan ini tidak terlalu besar, banyak orang mulai mencari alternatif untuk menutupi kelemahan tersebut.

Kelemahan dari rumus ini terletak pada proporsi data dan juga alasan penggunaanya.

Dalam penelitian, alasan penggunaan rumus hanya agar lebih kecil sampelnya terkadang tidak cukup.

Jika membahas populasi jutaan, alasannya tentu tidak masalah. Tapi jika membahas populasi kecil 500 orang misalnya.

Ukuran populasi ini tentu sudah cukup kecil dan tidak ada alasan harus pakai rumus Slovin. Padahal, ukuran ini tergantung dari resource peneliti.

Bagi peneliti dengan resource dari pemerintah, mengumpulkan data dari populasi ukuran 500 tentu tidak masalah.

Tapi jika peneliti adalah independent apalagi masih berstatus siswa, bebannya tentu terlalu berat. Jadi mereka bisa saja memutuskan pakai rumus Slovin untuk memperkecil scope penelitian.

Tapi jika scope terlalu kecil, rumus ini tidak lagi efektif sebagai refleksi populasi.

Semakin banyak sampel yang dipotong, makin terkikis juga group – group perwakilan yang ada dalam populasi. Karena itu, penggunaan rumus ini harus dipikirkan matang terlebih dahulu.

Referensi yang Bisa Digunakan Untuk Menggali Lebih Dalam

Untuk kebutuhan penelitian, Anda tentu harus menggunakan referensi. Sebagai pendukung bahan penelitian,

Anda juga harus menyertakan alasan Anda menggunakan rumus Slovin. Jika butuh sumber referensi, ada beberapa pilihan yang bisa Anda gunakan.

Pilihan referensi ini adalah sebagai berikut:

  • Yamane, Taro. (1967). Statistics: An Introductory Analysis, 2nd Edition, New York: Harper and Row.
  • Sevilla, Consuelo G. et. Al (2007). Research Methods. Rex Printing Company. Quezon City.
  • Ariola, M. (2006). Principles and Methods of Research. Rex book store, Inc.
  • Ryan, T. (2013). Sample Size Determination and Power. John Wiley and Sons.

Jika Anda ingin belajar lebih soal rumus Slovin, sumber di atas juga bisa digunakan.

Anda bisa lihat bagaimana pengembangan rumus, aplikasi pada situasi dan juga dasar – dasar penggunaan rumus ini. Semakin dalam pemahaman Anda soal rumus Slovin, makin mudah juga Anda menggunakannya.

Bagaimana menurut Anda soal bahasan penggunaan rumus Slovin di atas? Apakah sekarang sudah jelas cara mencari sampel-nya? Dalam statistika dan penelitian, fungsi rumus ini harus dikuasai.

Jika Anda kurang paham cara menggunakan dan membaca-nya, Anda bisa kesulitan menyimpulkan hasil penelitian.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Mudah – mudahan pemahaman Anda soal rumus Slovin bertambah. Selamat menggunakan rumus-nya!

Gravatar Image
Assalamualaikum,Saya Wasis saat ini tinggal di surabaya dan sebagai lecturer di salah satu politeknik negeri bidang energi, selain sebagai lecturer saya mengelola beberapa blog serta menyukai digital marketing, seo dan IT. email : wasiswa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *