Pengertian, Klasifikasi dan Jenis Power Supply

Pengertian, Klasifikasi dan Jenis Power Supply

Posted on

Power Supply (catu daya) adalah perangkat listrik yang dapat memberikan supply daya atau energi lisrik untuk alat lain yang menggunakan listrik.

Alat ini membutuhkan sumber listrik yang kemudian mengubahnya menjadi energi listrik yang digunakan oleh perangkat elektronik yang lain.

Sistem kerjanya adalah dengan mengubah daya 120V  menjadi daya yang disesuaikan dengan alat yang digunakan dalam bentuk aliran listrik.

Karena sistem itulah, power supply memiliki nama lain yang disebut electric power converter.

Biasanya komponen power supply ini berbentuk persegi dan dapat ditemukan pada chasing komputer.

Power supply yang digunakan pada komputer memiliki fungsi mengubah arus AC menjadi DC yang kemudian diubah menjadi energi listrik untuk dialirkan pada perangkat komputer lain seperti CD room, motherboard, harddisk dan komponen lainnya.

Klasifikasi Umum dari Power Supply

Secara umum, power supply diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, ada yang berdasarkan bentuk mekanikalnya,berdasarkan fungsinya dan berdasarkan metode konversinya.

Berikut adalah pembahasan secara singkat apa saja klasifikasi umum dari power supply.

  1. Berdasarkan bentuk mekanikalnya

Berdasarkan bentuk mekanikalnya, power supply dibedakan menjadi dua, antara lain:

  • Power Supply Internal (Built in)

Power supply yang biasanya terlihat hanya berupa kabel listrik dari luar disebut dengan Power Supply Internal (Built in).

Power supply ini ditempatkan menyatu dengan perangkat  atau ditempelkan pada perangkat sehingga tidak dapat dilihat secara langsung.

Alat ini biasanya terdapat pada peralatan elektronik seperti DVD player, desktop dan monitor komputer serta TV.

  • Power Supply Berdiri Sendiri (Stand alone)

Power supply jenis ini digunakan untuk peralatan elektronik semacam adaptor laptop dan charger telepon genggam.

Power supply berada diluar perangkat dan berdiri sendiri, tidak menjadi satu dengan perangkat elektronik yang digunakan.

Ada jenis power supply stand alone yang memiliki bentuk besar dan dapat diatur tegangannya seperti yang diinginkan.

  1. Berdasarkan fungsinya

Berdasarkan fungsinya, power supply dibedakan menjadi tiga, antara lain:

  • Regulated Power Supply

Power supply jenis ini adalah power supply yang arus listrik dan tegangan stabil meskipun terjadi perubahan atau variasi pada sumber listriknya  (arus input dan tegangan)

  • Unregulated Power Supply

Power supply jenis ini adalah power supply yang tegangannya dapat berubah saat sumber listrik atau tegangannya mengalami perubahan.

  • Adjustable Power Supply

Power supply jenis ini adalah power supply yang tegangannya dapat berubah dan diatur sesuai dengan yang diinginkan menggunakan knob mekanik.

Ada dua jenis Adjustable Power Supply yang dapat digunakan, Unregulated Adjustable Power Supply dan Regulated Adjustable Power Supply

  1. Berdasarkan metode konversinya

Berdasarkan metode konversinya, power supply dapat dibedakan menjadi dua, antara lain:

  • Power Supply Linier

Power supply dengan jenis linier dapat mengkonversi tegangan secara langsung dari sumbernya.

Alat ini memiliki efisiensi kenaikan suhu antara 25% sampai 50% dengan cakupan suhu 500 sampai 1000 derajat Celcius, namun juga tergantung pada teknik pembuangannya.

Tegangan kerut pada alat ini sebesar 5mV. Linier Power Supply memiliki berat sekitar 20 sampai 30 watt per kilogram, volume 2 – 3 inchi kubik per watt tergantung pada metode pembuangan panasnya dengan regulasi keseluruhan sekitar 0,1%.

Power supply ini memerlukan magnetis 60 Hz dengan tingkat daya yang lebih tinggi dan juga akan berkurang kehandalannya saat suhu kerja semakin tinggi.

Harga pencatu daya jenis ini beragam tergantung pada faktor-faktor yang ada dalam sistem.

  • Power Supply Switching

Power supply dengan jenis switching dapat mengonversi tegangan ke AC atau DC.

Alat ini memiliki efisiensi kenaikan suhu antara 65% sampai 85% dengan cakupan suhu 200 sampai 400 derajat Celcius. Tegangan kerut pada alat ini sekitar 20 sampai 50 mV.

Switching Power Supply memiliki berat sekitar 60 watt per kilogram, volume 1 inchi kubik per watt  dengan regulasi keseluruhan untuk spesifikasi umum sekitar 0,3%.

Beberapa rancangan power supply jenis ini  dapat menyalurkan magnetis sebesar 60 Hz.

Rancangan pada switching power supply ini dipusatkan agar lebih handal dan memiliki suhu kerja yang lebih dingin.

Jika dilihat dari segi harga, pencatu daya ini memiliki harga yang lebih murah dari linear power supply karena pembuatannya menggunakan teknologi semikonduktor.

Jenis – Jenis Power Supply

Power supply selain dapat diklasifikasikan seperti yang diatas, juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain ____. Berikut pembahasan singkat mengenai jenis  – jenis power supply.

  1. DC Power Supply

Sesuai dengan namanya, DC Power Supply merupakan alat pencatu daya yang dapat menyediakan arus listrik dan juga tegangan dalam bentuk DC.

Alat ini memiliki polaritas tetap positif pada bagian pencatunya dan negatif pada bagian bebannya. Ada dua jenis DC Power Supply yang biasa digunakan, diantaranya:

  • AC to DC Power Supply

Untuk jenis AC to DC, power supply digunakan untuk mengubah sumber tegangan AC menjadi DC yang biasanya dibutuhkan oleh alat – alat elektronik.

Power supply ini memiliki beberapa komponen seperti sebuah transformator yang dapat menurunkan tegangan, dioda yang digunakan sebagai penyearah dan kapasitor yang digunakan sebagai alat filter (penyaring).

  • Linear Regulator

Liner Regulator memiliki fungsi yang sedikit berbeda. Power supply ini berguna untuk mengubah tegangan listrik DC yang berfluktuasi menjadi tegangan yang stabil. Biasanya alat digunakan untuk menurunkan input berupa tegangan DC.

  1. AC Power Supply

AC Power Supply merupakan power supply yang berfungsi untuk mengubah tegangan listrik AC ke tegangan jenis lainnya.

Misalnya saja, alat ini bisa digunakan pada alat elektronik yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC sebesar 220 Volt  menjadi 110 Volt dan juga sebaliknya.

  1. Uninterruptible Power Supply (UPS)

UPS merupakan power supply yang punya dua sumber listrik antara lain dari baterai yang ada di dalam alat dan dari input tegangan AC.

Ketika listrik sedang normal, tegangan input dapat mengisi bateri secara terus – menerus dan juga menghasilkan arus listrik yang akan digunakan pada peralatan listrik.

Ketika listrik mati atau sedang terjadi kegagalan pada sumber tegangan AC, maka baterailah yang akan menggantikannya menyalurkan arus listrik ke beban (peralatan listrik).

  1. Switch-Mode Power Supply (SMPS)

SMPS adalah power supply yang dapat digunakan untuk menyearahkan dan menyaring tegangan listrik AC secara langsung untuk menghasilkan tegangan listrik DC.

Tegangan yang diperoleh itu kemudian dapat dinyala dan matikan (ON and OFF) pada frekuensi yang tinggi.

Itulah kenapa alat ini dinamakan Switch-Mode. Hal ini ditujukan untuk menghasilkan tegangan AC yang dapat digunakan melewati transformator yang berfrekuensi tinggi.

  1. High Voltage Power Supply

High Voltage Power Supply adalah pencatu daya yang dapat menghasilkan tegangan sangat tinggi hingga ribuan Volt.

Alat ini biasanya digunakan pada perangkat listrik tertentu yang membutuhkan tegangan tinggi seperti mesin X-ray.

  1. Programmable Power Supply

Programmable Power Supply merupakan pencatu daa yang dioperasikan menggunakan Remote Control.

Alat ini dikendalikan melalui interface baik yang berupa input analog amupun yang digital seperti GPIB dan RS232.

Gravatar Image
Assalamualaikum,Saya Wasis saat ini tinggal di surabaya dan sebagai lecturer di salah satu politeknik negeri bidang energi, selain sebagai lecturer saya mengelola beberapa blog serta menyukai digital marketing, seo dan IT. email : wasiswa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *