Power Inverter Fungsi Jenis dan Cara Kerja

Mengenal Power Inverter: Fungsi, Jenis dan Cara Kerja

Posted on

Power inverter atau yang juga sering dikenal dengan sebutan inverter merupakan rangkaian atau perangkat elektronika yang berfungsi untuk mengubah arus DC (arus listrik searah) ke arus AC (arus listrik bolak balik) pada tegangan dan frekuensi yang diperlukan sesuai rancangan rangkaiannya.

Sumber arus DC atau arus listrik searah yang menjadi input inverter biasanya menggunakan baterai, aki, atau sel surya.

Inverter menjadi rangkaian yang banyak digunakan di daerah-daerah terpencil yang masih terbatas pasokan arus listriknya.

Kehadiran power inverter ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan sel surya atau aki untuk alat-alat rumah tangga yang memerlukan listrik seperti komputer, TV, kipas angin, mesin cuci, dll yang biasanya memerlukan sumber listrik AC bertegangan 110V atau 220V.

Fungsi

Fungsi inverter adalah mengubah arus listrik searah ke arus bolak balik. Selain itu, perangkat ini juga dapat mengubah arus listrik AC ke DC dengan efektivitas yang sama.

Pada rangkaian inverter, pengguna dapat melakukan berbagai pengaturan sesuai dengan kebutuhan seperti mengatur frekuensi, kestabilan, torsi, ampere, dan lain sebagainya.

Fungsi lainnya adalah untuk menstabilkan dan mengatur tegangan dari output yang dihasilkan.

Jenis Inverter yang Beredar di Indonesia

Inverter yang beredar di Indonesia terdiri dari beberapa jenis di antaranya adalah sebagai berikut:

– Solar Inverter

Solar inverter biasanya digunakan untuk mengubah arus listrik DC dari aki atau panel surya menjadi arus AC.

Solar inverter saat sudah dilengkapi charger baterai yang dapat membantu meningkatkan daya baterai.

– Interruptible Power Supply (UPS)

UPS adalah perpaduan inverter dan rectifier. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, inverter mengubah DC menjadi AC. Sementara itu rectifier memiliki fungsi sebaliknya.

Jika inverter mengembalikan ke arus PLN, rectifier berfungsi mengisi tegangan listrik ke baterai dan stabilizer berfungsi menstabilkan tegangan rectifier yang membuat baterai terisi pada tegangan yang optimal

– Variable Speed Drive (VSD)

VSD juga merupakan gabungan inverter dan rectifier. Tetapi VSD belum dilengkapi dengan baterai.

Tujuan konversi tegangan listrik adalah untuk digitizing. Nantinya frekuensi tegangan DC dapat disesuaikan kemudian dikonversi kembali ke tegangan AC.

Fungsi ini biasanya digunakan untuk perangkat listrik jenis induksi misalnya motor listrik.

– Portable Inverter

Seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat saat ini dapat mengisi daya baterai ponsel dan laptop di dalam mobil.

Hal ini karena mobil sudah dilengkapi dengan car inverter. Car inverter ini umumnya memiliki daya kecil atau tidak melebihi 200W.

Car inverter menggunakan aki mobil sebagai sumber dayanya sehingga arus listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar karena digunakan untuk berbagai keperluan untuk mengoperasikan mobil.

Jenis Inverter Berdasarkan Bentuk Gelombang yang Dihasilkan

Ada beberapa bentuk gelombang yang dihasilkan oleh power inverter yaitu sebagai berikut:

  • Square Wave atau Gelombang Persegi

Sesuai dengan namanya inverter ini menghasilkan sinyal berbentuk kotak. Sinyal tersebut tidak sesuai untuk beban koil atau jenis trafo tertentu karena dapat menyebabkan kerusakan pada peralatannya. Biasanya inverter ini juga dikenal dengan sebutan push pull inverter.

  • Sine Wave atau Gelombang Sinus

Ini adalah tipe power inverter dengan output yang bentuknya paling baik. Pasalnya inverter ini dapat bekerja dengan baik di semua peralatan.

Dengan kualitas yang bagus, inverter ini pun dibanderol dengan harga yang cukup mahal.

  • Modified Sine Wave atau Gelombang Sinus Modifikasi

Ini adalah inverter dari hasil modifikasi square sine wave inverter dan dapat digunakan untuk beban kumparan.

Tetapi output yang didapat kurang optimal dan dayanya juga lebih boros. Inverter ini tidak dianjurkan untuk alat elektronik yang sensitif seperti home theater atau peralatan audio.

  • Pulsa Width Modulated Wave atau Gelombang Modulasi Pulsa Lebar

Bentuk gelombang yang saat ini banyak digunakan adalah gelombang sinus dan gelombang sinus yang dimodifikasi.

Alasannya, kedua gelombang tersebut lebih hemat listrik dibandingkan gelombang kotak.

Tidak hanya itu saja, output dari gelombang kotak juga kurang baik. Contohnya arus listrik kipas angin yang menggunakan inverter gelombang kotak suara atau outputnya akan lebih kasar.

Cara Kerja

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya power inverter sederhananya adalah mengubah arus DC ke arus AC.

Rangkaian tersebut terdiri dari rangkaian saklar atau switch, rangkaian osilator, dan transformator CT.

Sumber daya atau arus listrik DC bertegangan rendah akan dialirkan ke Center Tap sekunder trafo.

Sementara itu ujung trafo lainnya dihubungkan melalui switch arah ke ground.

Jika saklar terhubung di salah satu titik, arus listrik akan mengalir ke CenterTap Primer Transformator kemudian mengalir ke trafo sampai ground melalui saklar.

Saat saklar dipindahkan ke titik lainnya, arus listrik yang mengalir di jalur pertama akan berhenti sehingga arus listrik di jalur lain akan mulai mengalir ke center tap primer transformator sampai ke ground melalui saklar titik lainnya.

Peralihan On dan Off di saklar ini dikendalikan oleh rangkaian osilator yang menjadi pembangkit frekuensi 50 Hz dengan mengalihkan arus listrik.

Jadi arus listrik DC yang mengalir nantinya akan ekuivalen dengan arus AC yang memiliki frekuensi 50 Hz.

Sementara itu, komponen utama switch di rangkaian switch inverter umumnya adalah transistor atau mofset.

Sekunder transformator dapat menghasilkan output dengan tegangan yang lebih tinggi tergantung dari jumlah lilitan kumparan sekunder trafo atau rasio lilitan primer dan sekunder trafo pada inverter.

Untuk memperjelas cara kerja inverter berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai proses yang terjadi di masing-masing bagian.

  • Pada Kabel

Kabel disini berperan untuk menghantarkan listrik. Jadi, daya yang digunakan harus sesuai dengan komponen inverter yang lain.

Jika komponen sudah sesuai tetapi kabelnya tidak, maka output yang dihasilkan juga tidak maksimal.

Tetapi jika Anda menggunakan kabel dengan daya yang sesuai, inverter dapat menghasilkan output yang lebih baik

  • Pada Mofset

Mofset merupakan komponen yang berperan untuk mengubah arus listrik DC menjadi arus AC. Saat sumber daya listrik masuk ke fuse atau sekering, arus akan dialirkan ke mofset.

Kemudian mofset akan mengubah alirannya menjadi AC untuk dialirkan ke trafo agar tegangan listriknya lebih rendah.

  • Trafo

Komponen ini berfungsi menurunkan tegangan listrik AC yang akan dialirkan dari mofset. Setelah menurunkan tegangan, trafo akan mengalirkannya ke diode.

  • Dioda

Dioda bertugas untuk mengalirkan kembali arus AC dan melanjutkannya ke kapasitor.

Kapasitor menjadi komponen pendukung saat terjadi daya kejut dan kapasitor inilah yang men-supply.

Selain itu, arus listrik dari kapasitor tersebut akan diterima mofset untuk berubah ke arus AC.

Arus C tersebut dikontrol oleh sebuah regulator gelombang. Jika arusnya sudah melewati semua komponen, dayanya akan keluar sesuai jenis inverter yang digunakan

Demikian sedikit ulasan mengenai power inverter. Dengan inverter, Anda dapat membuat daya listrik yang lebih stabil dan hemat serta mengubah arah arus listrik.

Gravatar Image
Assalamualaikum,Saya Wasis saat ini tinggal di surabaya dan sebagai lecturer di salah satu politeknik negeri bidang energi, selain sebagai lecturer saya mengelola beberapa blog serta menyukai digital marketing, seo dan IT. email : wasiswa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *